Kategori: Kaidah Fiqih

75 Kaidah Fiqih (Lengkap)

Berikut 75 Kaidah Fiqih Lengkap, baik Kaidah Fiqih induk (Al-Qawaid Al-Asasiyah) maupun cabang / turunannya. Secara kuantitatif, Kaidah Fiqih jumlahnya masih diperselisihkan oleh para ulama. Mayoritas ulama berpendapat bahwa Kaidah Fiqih induk ini ada lima proposisi: 1. اَلْاُمُوْرُ بِمَقَاصِدِهَا (Setiap…

Islam agama yang tidak memberatkan. Bentuk-bentuk Hukum Taklifi yang berupa tuntutan selalu berada dalam batas kemampuan seorang mukalaf. Karenanya jika seseorang dalam kondisi sulit, maka Islam memberikan alternatif hukum yang menjadi lunak dan fleksibel, menjadi mudah. Kalau kamu pernah mendengar…

Pengertian Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih (Qawaid Fiqhiyah) adalah salah satu cabang ilmu didalam ilmu Ushul Fiqih. Kaidah Fiqih terdiri dari dua suku kata, yaitu kata kaidah (qawaid) dan kata fiqih (fiqhiyah). Kata kaidah (qawaid) secara bahasa / etimologi berarti asal (al-asl) atau asas…

Kaidah Fiqih tentang Rukhsah (Keringanan) adalah “Kesukaran itu menarik adanya kemudahan” dan “Jika suatu perkara itu sempit, maka bisa menjadi longgar.” Kaidahnya senada dengan kalimat jika suatu perkara itu sulit maka bisa menjadi mudah. Rukhsah adalah bentuk keringanan atau kelonggaran….

Kaidah Fiqih Tentang Niat

Kaidah Fiqih Tentang Niat

Kaidah pertama Qowaid Fiqhiyah (Kaidah Fiqih) adalah tentang Niat. Contoh sederhana misalnya tentang Shalat. Shalat adalah aktifitas garakan dan bacaan yang harus diawali dengan Niat. Jika Shalat tidak disertai niat, maka hanya menjadi gerakan-gerakan yang tidak bernilai ibadah. Hal ini…

Kembali ke atas