Hubungan Syariah dan Fiqih

Syariah adalah adalah hukum agama yang ditetapkan oleh pembuat hukum (Allah) untuk manusia. Syariah memuat berbagai hukum dan ketentuan yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, baik dalam hubungannya dengan Allah maupun dengan sesama manusia, benda, dan makhluk lain di dunia. Ketentuan tersebut bisa berupa larangan maupun perintah, yang berasal dari ketetapann Allah dan ketentuan Rasul-Nya. Syariah terdapat di dalam Quran dan Sunah yang ada di dalam kitab-kitab Hadis. Syariah yang ada didalam Quran dijelaskan atau diperinci lebih lanjut oleh Nabi Muhammad sebagai Rasul-Nya. Syariah merupakan jalan hidup seorang muslim. Inilah yang dimaksud sebagai jalan yang lurus, sebuah jalan lurus yang harus diikuti oleh setiap muslim.

Fiqih Sebagai Pemahaman Terhadap Syariah

Fiqih, atau kadang ditulis fiqh atau fikih, artinya adalah paham atau pengertian. Secara literal fiqih bermakna pemahaman (al-fahm), dan Ilmu Fiqih bermakna al- ‘ilm wa al-fahm (ilmu dan pemahaman). Sebagai sebuah Ilmu, ilmu fiqih berfungsi untuk memahami hukum Syariah yang terdapat di dalam Quran dan sunnah Nabi Muhammad. Produk hasil pemahaman tentang hukum Syariah tersebut disusun secara sistematis dalam kitab kitab fiqih, dan selanjutnya disebut hukum fiqih. Dengan demikian Syariah dan Fiqih berbeda, Syariah adalah hukum agama, sedangan Fiqih adalah uraian pemahaman terhadap Syariah atau hukum agama tersebut.

Dalam bentuknya, Fiqih adalah yurisprudensi Islam aplikatif (amaliah). Secara aplikatif Hukum Fiqih siap untuk diterapkan kepada seseorang yang sudah memiliki kewajiban melaksanakan hukum Islam. Kewajiban menjalankan hukum ini berlaku bagi setiap muslim yang telah dewasa, sehat akalnya, dan mampu menjalankan ketentuan hukum tersebut.

Hukum Syara’

Hukum Syara’ adalah hukum-hukum yang digali dari Syariah Islam. Humum Syara’ digali dari ayat-ayat hukum dalam Quran dan hadis-hadis hukum dalam Sunnah Rasulullah. Ketentuan Allah dan Rasul-Nya itu ada yang secara langsung ditunjukkan oleh teks Quran dalam ayat-ayat ahkam dan Sunnah dalam hadis ahkam, ada pula yang secara tidak langsung ditunjukkan oleh Quran dan Sunah. Ketentuan Allah dan Rasul-Nya dapat juga ditemukan dalam substansi ayat atau hadis yang disimpulkan oleh para Mujtahid melalui proses ijtihad, seperti hukum yang ditetapkan dengan ijma’, qiyas, dan dalil-dalil hukum yang lain.

Sumber dan Dalil Hukum Syariah yang Disepakati ada empat: yaitu Quran, Sunnah Rasulullah, Ijma’, dan Qiyas. Dan Dalil dalil yang tidak disepakati ada banyak, diantaranya Istihsan, Maslahah Mursalah, Urf( Adat Istiadat), Istishab, Syar’u Man Qablana, Mazhab Sahabi, dan Sadduz-Zariah.

Ushul Fiqih Sebagai Panduan untuk menerjemahkan Syariah menjadi Fiqih

Ilmu Ushul Fiqih memuat kaidah-kaidah yang  dapat dijadikan metodologi bagi faqih (ahli hukum Islam) dalam mengeluarkan hukum dari dalil-dalil Syariah. Berbagai ketentuan dan kaidah dalam Ilmu Ushu Fiqih berfungsi untuk menggali dan merumuskan hukum Fiqih dari sumbernya, yaitu Syariah Islam yang berasal dari sumber hukum Islam utama, yang ada dalam Quran dan Sunah. Didalam Ilmu Ushul Fiqih kita mempelajari bentuk-bentuk dan macam-macam hukum, seperti Hukum Taklifi dan Hukum Wadh’i. Pembahasan tentang Hukum taklifi meliputi hukum wajib, sunnat, mubah, makruh, haram; dan pembahasan hukum wadh’i  mencakup sabab, syarat, mani’, ‘illat, shah, batal, azimah dan rukhshah. Baca: Hukum Taklifi dan Wadh’i.

Ushul Fiqih juga mempelajari permasalahan perbuatan subjek hukum, yaitu perbuaatan  seseorang yang dikenai hukum (mahkum fihi). Contohnya misalnya apakah perbuatan seseoraang itu sengaja atau tidak, dalam kemampuannya atau tidak, sesuai dengan kemauan sendiri atau dipaksa, dan sebagainya. Kondisi-kondisi ini berkonsekuensi hukum yang berbeda. Seseorang yang melakukan sesuatu dengan tidak sengaja, atau dalam kondisi terpaksa, hukumnya berbeda dengan yang melakukan dengan sengaja dan atas kemauan sendiri. Hukum Fiqih memuat secara aplikatif teori-teori yang ada dalam Ilmu Ushul Fiqih ini.

Hubungan Syariah dan Fiqih

Meskipun hukum Fiqih bersumber dari Syariah, dimana Syariah adalah hukum agama, dan Fiqih adalah pemahaman dari hukum agama tersebut, terdapat perbedaan spesifik antara Syariah dengan fiqih. Syariah berlaku abadi karena merupakan ketetapan Allah dan ketentuan Rasul-Nya, dan ruang lingkupnya lebih luas tidak hanya hukum saja, termasuk juga akidah dan akhlak. Sedangkan fiqih lingkupnya terbatas pada hukum yang mengatur perbuatan manusia, dan sebagai sebuah pemahaman terhadap hukum Syariah, dan merupakan karya manusia, tidaklah berlaku abadi. Fiqih dapat berubah dari masa ke masa sesuai perkembangan zaman.

Meski syariat Islam hanya satu, yaitu yang terdapat dalam Quran dan Sunah, pada akhirnya aplikasi dalam hukum fiqih menjadi sangat beragam, sebagaimana yang terlihat dalam aliran-aliran hukum di berbagai mazhab-mazhab dalam Islam. Fikih Islam menujukkan berbagai keragaman pemahaman terhadap Syariah Islam.

Video Ushul Fiqih

Ushul Fiqih

Kembali ke atas