Pengertian Istishab

Istishab adalah istilah dalam filsafat hukum Islam yang merujuk pada prinsip bahwa sesuatu yang dianggap benar atau sah sampai ada bukti atau dalil yang menunjukkan bahwa ia tidak benar atau tidak sah lagi. Istishab merupakan salah satu prinsip dasar yang digunakan oleh para fuqaha (ahli fikih) dalam menetapkan hukum dalam Islam.

Pengertian Istishab

Istishab adalah istilah dalam filsafat hukum Islam yang merujuk pada prinsip bahwa sesuatu yang dianggap benar atau sah sampai ada bukti yang cukup untuk menyatakan sebaliknya. Istishab merupakan salah satu prinsip dasar dalam penerapan hukum Islam yang bertujuan untuk menjamin kepastian hukum dan menghindari perubahan hukum yang tidak diperlukan.

Istishab adalah istilah dalam bahasa Arab yang berasal dari kata “al-istishab” yang berarti “keabsahan” atau “kontinuitas”. Dalam filsafat hukum Islam, istishab merujuk pada prinsip bahwa sesuatu yang dianggap sah atau berlaku sampai ada bukti yang jelas bahwa hal tersebut tidak lagi sah atau tidak lagi berlaku. Prinsip ini sering disebut juga dengan prinsip “keabsahan sampai terbukti tidak absah”.

Secara bahasa, istishab bisa diartikan sebagai “keabsahan” atau “kontinuitas” sesuatu yang dianggap sah atau berlaku, sampai terdapat bukti yang jelas bahwa hal tersebut tidak lagi sah atau tidak lagi berlaku. Prinsip ini biasanya digunakan dalam menetapkan hukum dalam situasi di mana tidak ada nash (ayat Al-Quran atau hadits) yang jelas tentang masalah tersebut, atau di mana nash yang ada tidak cukup jelas untuk memberikan solusi yang pasti.

Istishab adalah istilah dalam filsafat hukum Islam yang merujuk pada prinsip bahwa sesuatu yang dianggap sah atau berlaku sampai ada bukti yang jelas bahwa hal tersebut tidak lagi sah atau tidak lagi berlaku. Prinsip ini sering disebut juga dengan prinsip “keabsahan sampai terbukti tidak absah”.

Kehujahan Istishab

Secara umum, istishab dianggap sebagai prinsip yang penting dalam penerapan hukum Islam karena ia mempertahankan keabsahan hukum yang sudah ada sampai ada bukti yang cukup untuk menyatakan sebaliknya, sementara juga memperhatikan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Al-Quran dan hadits. Istishab juga merupakan prinsip yang digunakan oleh para fuqaha untuk menetapkan hukum dalam situasi di mana tidak ada nash (ayat Al-Quran atau hadits) yang jelas tentang masalah tersebut, atau di mana nash yang ada tidak cukup jelas untuk memberikan solusi yang pasti.

Menurut pandangan beberapa ulama, istishab merupakan salah satu dari tiga prinsip dasar dalam penerapan hukum Islam, yaitu: nash (ayat-ayat Al-Quran dan hadits), qiyas (analogi) dan maslahah (kepentingan umum atau kebaikan bersama). Istishab dianggap sebagai prinsip yang penting karena ia mempertimbangkan bahwa sesuatu yang dianggap benar atau sah sampai ada bukti atau dalil yang menunjukkan bahwa ia tidak benar atau tidak sah lagi.

Istishab biasanya digunakan oleh para fuqaha untuk menetapkan hukum dalam situasi di mana tidak ada nash (ayat Al-Quran atau hadits) yang jelas tentang masalah tersebut, atau di mana nash yang ada tidak cukup jelas untuk memberikan solusi yang pasti. Dalam hal ini, para fuqaha menggunakan istishab sebagai dasar untuk menetapkan hukum yang sesuai dengan prinsip bahwa sesuatu yang dianggap benar atau sah sampai ada bukti atau dalil yang menunjukkan bahwa ia tidak benar atau tidak sah lagi.

Contoh Istishab

Contohnya, dalam situasi di mana tidak ada nash yang jelas tentang bagaimana cara mengelola keuangan negara, para fuqaha dapat menggunakan istishab untuk menetapkan prinsip-prinsip yang dianggap benar atau sah sampai ada bukti atau dalil yang menunjukkan bahwa prinsip tersebut tidak benar atau tidak sah lagi.

Secara umum, istishab dianggap sebagai prinsip yang penting dalam penerapan hukum Islam karena ia mempertimbangkan bahwa sesuatu yang dianggap benar atau sah sampai ada bukti atau dalil yang menunjukkan bahwa ia tidak benar atau tidak sah lagi, sementara juga memperhatikan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Al-Quran dan hadits.

Kelemahan atau Kekurangan Istishab

Bagian ini membahas Kelemahan atau kekurangan dari prinsip istishab dalam penerapan hukum Isla. Berikut ini beberapa kelemahan atau kekurangan yang mungkin terjadi dalam penerapan prinsip istishab:

  1. Keburukan yang terjadi sampai sekarang tidak terlihat: Prinsip istishab menetapkan bahwa sesuatu yang dianggap sah atau berlaku sampai ada bukti yang jelas bahwa hal tersebut tidak lagi sah atau tidak lagi berlaku. Namun, dalam beberapa kasus, keburukan yang terjadi akibat sesuatu yang dianggap sah tidak terlihat sampai beberapa waktu kemudian. Hal ini bisa menyebabkan keburukan terus terjadi tanpa segera ditangani.
  2. Prinsip istishab mungkin tidak selalu dapat memberikan solusi yang tepat dalam situasi yang kompleks atau tidak pasti. Hal ini dikarenakan prinsip ini hanya mempertimbangkan keabsahan sesuatu sampai terbukti tidak absah, dan tidak memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh dalam menetapkan hukum.
  3. Prinsip istishab mungkin tidak selalu dapat memberikan solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat. Hal ini dikarenakan prinsip ini hanya mempertimbangkan keabsahan sesuatu sampai terbukti tidak absah, dan tidak memperhatikan kepentingan atau hak-hak individu atau kelompok tertentu.
  4. Prinsip istishab mungkin tidak selalu dapat memberikan solusi yang sesuai dengan perkembangan zaman atau kondisi yang berubah. Hal ini dikarenakan prinsip ini hanya mempertimbangkan keabsahan sesuatu sampai terbukti tidak absah, dan tidak memperhitungkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat atau lingkungan.
  5. Prinsip istishab mungkin tidak selalu dapat memberikan solusi yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar dalam Al-Quran dan hadits. Hal ini dikarenakan prinsip ini hanya mempertimbangkan keabsahan sesuatu sampai terbukti tidak absah, dan tidak memperhatikan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Al-Quran dan hadits.
  6. Prinsip istishab mungkin tidak selalu dapat memberikan solusi yang tepat dalam situasi di mana tidak ada nash yang jelas tentang masalah tersebut.
  7. Prinsip istishab mungkin tidak selalu sesuai dengan perkembangan zaman atau perubahan keadaan.
  8. Prinsip istishab mungkin tidak selalu dapat menyesuaikan diri dengan perubahan norma atau nilai-nilai yang ada di masyarakat.
  9. Prinsip istishab mungkin tidak selalu dapat menjamin keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam suatu masalah hukum.
  10. Prinsip istishab mungkin tidak selalu dapat menjamin keberlanjutan atau kontinuitas dari suatu hukum yang sudah ada.

Secara umum, prinsip istishab merupakan prinsip yang penting dalam penerapan hukum Islam, namun tidak selalu dapat memberikan solusi yang tepat dalam semua situasi, terutama di mana tidak ada nash yang jelas tentang masalah tersebut. Prinsip istishab juga mungkin tidak selalu sesuai dengan perkembangan zaman atau perubahan keadaan, tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan norma atau nilai-nilai yang ada di masyarakat, tidak dapat menjamin keadilan bagi semua pihak yang terlibat

Ushul Fiqih

ushulfiqih.com