Tingkatan Mujtahid

Dalam Islam, seorang ulama yang melakukan ijtihad disebut sebagai mujtahid. Mujtahid adalah ulama yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang memadai dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, serta mampu mengeluarkan pendapat yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Tingkatan mujtahid ini berkaitan dengan kemampuan dan kompetensi seorang ulama dalam melakukan ijtihad. Tingkatan mujtahid tersebut merupakan tingkatan yang dikenal dalam ijtihad, yang menunjukkan kemampuan dan kompetensi seorang ulama dalam melakukan ijtihad secara independen atau terikat oleh pendapat ulama lain. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua ulama harus mencapai tingkatan mujtahid mutlaq, karena ada juga ulama yang memilih untuk tidak berijtihad.

Dalam ijtihad, terdapat beberapa tingkatan mujtahid, yaitu:

Mujtahid mutlaq

Mujtahid mutlaq adalah ulama yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang sangat tinggi dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, serta mampu mengeluarkan pendapat yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Mujtahid mutlaq juga memiliki kemampuan untuk mengeluarkan pendapat tentang masalah-masalah yang tidak tercakup dalam Al-Qur’an atau hadis. Mujtahid mutlaq adalah seorang ulama yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang memadai dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, sehingga ia mampu melakukan ijtihad terbuka (ijtihad yang dapat dilakukan dalam berbagai konteks atau masalah-masalah yang lebih luas). Mujtahid mutlaq merupakan tingkatan tertinggi dalam ijtihad.

Mujtahid mutlaq adalah seorang ulama yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang memadai dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, sehingga ia mampu melakukan ijtihad dalam berbagai bidang. Mujtahid mutlaq juga memiliki keberanian dan keputusasaan untuk mengeluarkan pendapat yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Islam, meskipun pendapat tersebut tidak sesuai dengan pendapat ulama lain atau tidak disukai oleh sebagian masyarakat.

Mujtahid mutlaq adalah seorang ulama yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang memadai dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, sehingga mampu melakukan ijtihad secara independen tanpa terikat oleh pendapat ulama lain. Mujtahid mutlaq merupakan tingkatan tertinggi dalam ijtihad, karena mampu melakukan ijtihad secara luas dan bebas dari pengaruh ulama lain.

Mujtahid mutlaq adalah ulama yang mampu melakukan ijtihad dalam semua masalah, baik yang tercakup dalam Al-Qur’an atau hadis maupun yang tidak tercakup dalam Al-Qur’an atau hadis. Mujtahid mutlaq merupakan tingkatan tertinggi dalam ijtihad, dan hanya sedikit ulama yang mampu mencapainya.

Mujtahid mujtahid

Mujtahid mujtahid adalah ulama yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang cukup tinggi dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, serta mampu mengeluarkan pendapat yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Namun, mujtahid mujtahid hanya mampu mengeluarkan pendapat tentang masalah-masalah yang tercakup dalam Al-Qur’an atau hadis, dan tidak mampu mengeluarkan pendapat tentang masalah-masalah yang tidak tercakup dalam Al-Qur’an atau hadis. Mujtahid mujtahid adalah seorang ulama yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang cukup dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, sehingga ia mampu melakukan ijtihad terbatas (ijtihad yang hanya dapat dilakukan dalam konteks tertentu atau masalah-masalah yang spesifik).

Mujtahid mujtahid adalah seorang ulama yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang memadai dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, tetapi hanya mampu melakukan ijtihad dalam bidang yang spesifik. Mujtahid mujtahid hanya bisa melakukan ijtihad dalam bidang yang ia kuasai, dan tidak bisa melakukan ijtihad dalam bidang lain.

Mujtahid mujtahid adalah seorang ulama yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang memadai dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, namun tidak mampu melakukan ijtihad secara independen. Mujtahid mujtahid harus terikat oleh pendapat ulama lain dalam melakukan ijtihad, karena tidak memiliki kemampuan yang sama dengan mujtahid mutlaq.

Mujtahid muqayyad

Mujtahid muqayyad adalah seorang ulama yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang memadai dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, tetapi hanya mampu melakukan ijtihad dalam masalah-masalah yang spesifik. Mujtahid muqayyad hanya bisa melakukan ijtihad dalam masalah-masalah yang ia kuasai, dan tidak bisa melakukan ijtihad dalam masalah-masalah lain.

Muqallid

Muqallid adalah ulama yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang cukup tinggi dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, namun tidak mampu mengeluarkan pendapat yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Mujtahid muqayyad adalah seorang ulama yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang cukup dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, namun ia hanya mampu melakukan ijtihad dalam konteks yang terbatas.

Muqallid adalah seorang ulama yang tidak memiliki kemampuan dan kompetensi yang memadai dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, sehingga harus terikat oleh pendapat ulama lain dalam melakukan ijtihad. Muqallid hanya bisa mengikuti pendapat ulama yang dianggap sebagai pemimpin dalam masalah tertentu.

Mujtahid mustafti

Mujtahid mustafti adalah seorang ulama yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang cukup dalam memahami dan menafsirkan teks-teks agama, namun ia tidak memiliki kemampuan untuk melakukan ijtihad sendiri. Oleh karena itu, ia harus bergantung pada pendapat ulama lain dalam menyelesaikan masalah-masalah yang timbul.

Ushul Fiqih

ushulfiqih.com